Gila Kekuasaan atau Memang Sudah Gila
Gila
Kekuasaan atau Memang Sudah Gila
Ketika akhir – akhir ini, dimana seluruh masyarakat
disuguhi tentang sengketa pilpres 2014. Sengketa pilpres tersebut digugat oleh
pihak nomor 1, kubu Prabowo – Hatta. Kubu yang mengatas namakan garuda merah,
mengunggat dimana kubu mereka merasa dicurangi oleh KPU atas kekalahan dalam
pilpires 2014 yang dimenangkan oleh nomor urut 2, kubu Jokowi – Jk. Kubu Prabowo
– Hatta yang menginginkan untuk pilpres ulang.
Dalam tulisan ini, saya berupaya untuk mengungkap hal
yang sepele namun menurut saya sangat logis untuk dijadikan bahan pemikiran
bagi kita semua. Saya sebagai orang biasa dan mungkin rakyat biasa namun asli
pribumi. Ketika pihak nomor 1 menginginkan pengadaan pilpres ulang atas dasar
kubu mereka merasa dicurangi oleh KPU. Secara orang awam, ketika mendengar kata
ulang saya terkejut. Bagaimana tidak terkejut, dalam pelaksanaan pilpres tidak
sedikit biaya yang keluar oleh negara, apalagi ketika ingin diulang.
Selanjutnya dalam sudut pandang persepak bolaan. Dalam hal
ini saya memberikan contoh dalam pelaksaan piala dunia 2014 Brazil. Piala dunia
yang digelar di Brazil tidak sedikit pula biaya yang diluncurkan oleh pihak
penyelenggara. Selain itu pula dalam proses penyelenggaran yang menurut saya sangat
seru, dalam proses pertandingan yang sangat seru menampilkan pertandingan –
pertandingan yang tidak kalah menyenamkan jantung, dan memunculkan pemain –
pemain yang bertalenta lebih. Sehingga pada akhirnya menuju final yaitu
mempertemukan Jerman dengan Argentina.
Kedua negara tersebut tidak mudah untuk mencapai final,
keduanya harus menang menghadapi musuh – musuhnya. Dalam pertandingan final
tersebut memenangkan negara Jerman lewat pertandingan yang sangat ketat. Sama halnya
dengan pilpres Indonesia yang menurut saya sangat ketat dan sengit sekali
sehingga memunculkan pemenang melalui rekapitulasi KPU yaitu pemenangnya kubu
Jokowi – Jk. Pertandingan tersebut yaitu final piala dunia 2014, antara Jerman
dengan Argentina yang sudah jelas memenangkan Jerman. Ketika suatu pihak
televisi ingin mengadakan penanyangan ulang atas pertandingan tersebut pihak –
pihak lain/ penonton/ penggemar tidak ada yang memprotes hal tersebut. Dan ternyata
juga ketika ditanyakan ulang pun oleh pihak televisi terkemuka di dunia
akhirat, hasilnya tidak jauh berbeda dengan tayangan yang sebelumnya, yaitu
final piala dunia 2014 Brazil. Apakah hal ini sama juga dengan pilpres yang
pihak satu ingin mengotot mengadakan pilpres ulang???
Komentar
Posting Komentar