Postingan

Menampilkan postingan dengan label jepara

Cerita Turun Temurun di Balik Tradisi Perang Obor di Jepara

Gambar
Perang obor di Jepara. Dok Pribadi Kabupaten Jepara – Tradisi perang obor dalam acara sedekah bumi di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digelar meriah tahun ini. Ternyata di balik perang obor tersebut terdapat dua tokoh yang dulunya bertengkar menggunakan obor. Seperti apa ceritanya. Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso mengatakan perang obor ini merupakan usaha dilakukan dengan saling pukul pelepah kelapa dan duan pisang yang dibakar. Dari situlah hewan ternak tiba-tiba sembuh dari penyakit. Agus bercerita perang obor ini bermula dari cerita Kiai Babadan dengan Mbah Gemblong. Kiai Babadan ini memiliki juru rawat hewan ternak yakni Mbah Gemblong. Suatu hari hewan ternak milik Kiai Babadan sedang sakit. "Ini sebagai warisan cerita Mbah Gemblong dengan Kiai Babadan, itu dulu 500 tahun yang lalu. Suatu hari hewan ternaknya sakit akan mati," jelas Agus belum lama ini. Kiai Babadan menjumpai Mbah Gemblong di sungai. Babadan pun menganggap Mb...

Di Balik “Tapa Wuda” Ratu Kalinyamat yang Fenomenal

Gambar
Pertapaan Ratu Kalinyamat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.  Jepara – Sebuah tempat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara kono menjadi lokasi pertapaan Ratu Kalinyamat. Konon Ratu Kalinyamat melakukan pertapaan “tapa wuda” atau semedi di petilasan tersebut. Lalu seperti apa kisah tapa wuda Ratu Kalinyamat tersebut?  Pertapaan Ratu Kalinyamat ini berada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo. Jarak dengan pusat Kota Jepara 36 kilometer atau ditempuh dengan berkendara sekitar 60 menit.  Juru kunci petilasan Ratu Kalinyamat, Muchlisin mengatakan tapa wuda yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat bukan terkandung masuk tapa atau bersemedi tanpa busana. Melainkan semedi dengan melepaskan busana keraton dan memakai busana layaknya rakyat biasa.  “Yang dimaksud dengan tapa wuda senjang rambut, khususnya untuk Ratu Kalinyamat bukan untuk telanjang bulat itu bukan. Beliau wuda itu dalam arti melepaskan busana keraton, tapi memakai pakaian layaknya ra...