Cerita Turun Temurun di Balik Tradisi Perang Obor di Jepara
Perang obor di Jepara. Dok Pribadi
Kabupaten Jepara – Tradisi perang obor dalam acara
sedekah bumi di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
digelar meriah tahun ini. Ternyata di balik perang obor tersebut terdapat dua
tokoh yang dulunya bertengkar menggunakan obor. Seperti apa ceritanya.
Kepala
Desa Tegalsambi, Agus Santoso mengatakan perang obor ini merupakan usaha
dilakukan dengan saling pukul pelepah kelapa dan duan pisang yang dibakar. Dari
situlah hewan ternak tiba-tiba sembuh dari penyakit.
Agus
bercerita perang obor ini bermula dari cerita Kiai Babadan dengan Mbah
Gemblong. Kiai Babadan ini memiliki juru rawat hewan ternak yakni Mbah
Gemblong. Suatu hari hewan ternak milik Kiai Babadan sedang sakit.
"Ini
sebagai warisan cerita Mbah Gemblong dengan Kiai Babadan, itu dulu 500 tahun
yang lalu. Suatu hari hewan ternaknya sakit akan mati," jelas Agus belum
lama ini.
Kiai
Babadan menjumpai Mbah Gemblong di sungai. Babadan pun menganggap Mbah Gemblong
tidak bertanggung jawab dan tidak melaksanakan tugasnya. Singkat cerita dari
sana keduanya saling pukul dengan obor.
"Kiai
Babadan menjumpai Mbah Gemblong sedang mancing berada di pinggir sungai
kemudian dianggap tidak bisa melaksanakan tugas dan kewajiban, kemudian
mengusir beberapa saat kemudian malah lari, bertengkar dan dan memukul Mbah
Gemblong dengan obor. Mbah Gemblong pun membela diri memukul dengan obor
juga," ujar dia.
Tanpa
diduga benturan obor itu menyebarkan api di tumpukan jerami di sebelah kandang.
Ternak yang awalnya sakit-sakitan tiba-tiba menjadi sembuh.
"Mengingat
momen itu sekaligus sehingga warga desa terhindar dari bala bencana, diberikan
keselamatan, sehingga dilaksanakan perang obor," ungkap Agus.
Untuk
diketahui tradisi perang obor di Desa Tegalsambi merupakan tradisi turun
temurun yang menjadi bagian dari acara sedekah bumi. Tradisi perang obor pun
menjadi puncak rangkaian dari sedekah bumi.
Komentar
Posting Komentar