Postingan

Menampilkan postingan dengan label sejarah

Penampakan Fosil Gading Gajah Purba Usia Jutaan Tahun Lalu Ditemukan di Kudus

Gambar
Petugas sedang membersikan fosil gading gajah di Museum Patiayam Kudus. Dok Pribadi  Kudus - Warga Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menemukan fosil gading gajah sepanjang 2,5 meter. Fosil gading gajah itu termasuk jenis Stegodon Trigono Chepalus. Fosil gading itu ditemukan di lereng Pegunungan Patiayam. Tepatnya di lapisan pleistosen. Gading purba itu diperkirakan berusia lebih dari jutaan tahun yang lalu. Fosil tersebut kini   tengah disimpan di Museum Purbakala Patiayam Kudus. Petugas pun masih melakukan pembersihan untuk dilakukan konservasi terhadap fosil itu. Selain fosil itu sebelumnya juga ada penemuan fosil gading gajah empat meter dan tiga meter. Berikut link video penampakan fosil gading gajah;

Jembatan Buatan Masa Penjajahan Belanda di Kudus Ini Masih Kokoh Slur!!!

Gambar
Kabupaten Kudus - Di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdapat sebuah jembatan kuno yang dibuat zaman penjajahan Belanda.  Jembatan penghubung dua kecamatan itupun masih dilintasi roda dua dan kendaraan pribadi. Jembatan berukuran lebar 2,5 meter dan panjang 50 meter. Jembatan menghubungkan dua kecamatan, Bae dan Gebog Kondisi jembatan besinya sudah berkarat dan dibangun di atas Sungai Gelis. Macet saat jam-jam kerja, pagi terutamanya. Hanya bisa dilintasi mobil pribadi dan motor, itupun secara bergantian. Bus tidak bisa melintas di Jembatan Karangsambung. Kono jembatan tersebut dibuat oleh masa penjajahan Belanda. Jembatan tersebut digunakan sebagai akses kendaraan untuk memuat tebu dan hasil petani lainnya. Hingga sekarang jembatan yang berkarat itu masih kokoh dan digunakan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kisah Raden Bambang Kebo Nyabrang dengan Raden Ronggo di Balik Asal-usul Gerbang Majapahit ada di Pati

Gambar
Lokasi Gerbang Majapahit di Pati. Dok. Pribadi Kabupaten Pati - Gerbang Majapahit berada di Dukuh Rendole Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Gerbang ini mengkisahkan tentang Raden Bambang Kebo Nyabrang adalah anak Sunan Muria yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya. Hal ini seperti tertulis pada plang yang ada di depan lokasi gerbang yang dikenal masyarakat Gerbang Majapahit. "Sebagai syarat agar diakui sebagai anak Sunan Muria, maka Sunan Muria menyuruh Kebo Nyabrang membawa pintu gerbang Majapahit dari Mojokerto menuju Gunung Muria dalam satu malam," tulisnya seperti dilihat belum lama ini. Murid Sunan Ngerang juga berkeinginan untuk mendapatkan pintu tersebut. Sebab pintu itu menjadi syarat untuk mempersunting putri Sunan Ngerang. Di sisi lain tempat di padepokan Sunan Ngerang salah satu muridnya bernama Raden Ronggo ingin menyunting putri Sunan Ngerang bernama Roro Pujiwat. Dia mau memperistri dengan syarat Raden Ronggo memboyong...

Di Balik “Tapa Wuda” Ratu Kalinyamat yang Fenomenal

Gambar
Pertapaan Ratu Kalinyamat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.  Jepara – Sebuah tempat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara kono menjadi lokasi pertapaan Ratu Kalinyamat. Konon Ratu Kalinyamat melakukan pertapaan “tapa wuda” atau semedi di petilasan tersebut. Lalu seperti apa kisah tapa wuda Ratu Kalinyamat tersebut?  Pertapaan Ratu Kalinyamat ini berada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo. Jarak dengan pusat Kota Jepara 36 kilometer atau ditempuh dengan berkendara sekitar 60 menit.  Juru kunci petilasan Ratu Kalinyamat, Muchlisin mengatakan tapa wuda yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat bukan terkandung masuk tapa atau bersemedi tanpa busana. Melainkan semedi dengan melepaskan busana keraton dan memakai busana layaknya rakyat biasa.  “Yang dimaksud dengan tapa wuda senjang rambut, khususnya untuk Ratu Kalinyamat bukan untuk telanjang bulat itu bukan. Beliau wuda itu dalam arti melepaskan busana keraton, tapi memakai pakaian layaknya ra...