Sejarawan muda setengah tua
Masa
Jepang Berkuasa di Indonesia
Kyai Sebagai Alat Perlawanan Sekutu
dan Nasionalisme
Oleh
Dian Utoro Aji
Sejarawan
muda setengah tua
Pada tanggal 14 Februari 1942, Jepang menyerang Indonesia dan
segera menguasai Sumatra Selatan. Kemudian Jepang di
jawa dan madura dalam usahanya mencari dukungan orang Indonesia
dengan menggunakan jalur agama. Para Kyai, yang merupakan pimpinan islam setempat yang kebanyakan guru dan ahli agama Islam, diberi perhatian
secara khusus. mereka mendapatkan kedudukan
terhormat dan penting. Usaha tersebut dimaksudkan supaya para kyai mendukung kampanye propaganda yang bertujuan untuk meningkatkan perlawanan terhadap sekutu dengan dalil membela islam melawan orang kafir yang memperbudak penduduk muslim diseluruh
Indonesia. menjelang akhir tahun 1943, Jepang membentuk
suatu organisasi Islam yang meiputi semua, membawahi
semua organisasi nonpolitik yang ada, termasuk muhammadiyah, nahdatul ulama yang lebih kolot, dan juga miai (majelis sjuro muslim Indonesia atau masyumi).
Namun sebuah kenyataan
mengatakan bahwa hampir semua para kyai tidak sudi untuk dijadikan alat tujuan perang. Ternyata mayoritas
mereka merasa jengkel karena Jepang telah menghina agama Islam. Rakyat dipaksa untuk bersujud ke arah Tokyo dan tidak ke arah mekkah dan dipaksa untuk terutaama
mengagungkan tempat Kaisar yang agung dan religious. Antagonisme terhadap Jepang menyebabkan mereka menekankan kemerdekaan Indonesia
diatas segalanya, dan hal ini sering dibarengi
dengan nada anti Jepang dan anti sekutu yang berlebihan.
Komentar
Posting Komentar