Postingan

Mengenal Alas Lamin, Pati, Konon Ada Lubang Bekas Pembantaian yang Masih Misteri

Gambar
Alas Lamin di Pati  Kabupaten Pati - Sebuah Hutan di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati ini cukup dikenal angker oleh masyarakat setempat. Masyarakat mengenal alas atau hutan itu dengan sebutan “Lamin”. Banyak cerita di sekitar masyarakat hutan itu dikenal cukup angker. Masyarakat pun menyebutkan di hutan itu terdapat lubang bekas pembantaian korban yang diduga menjadi simpatisan PKI pada tahun 1965-an. Hutan ini dari pusat Kota Pati jaraknya sekitar 7,7 kilometer atau 18 menit dengan berkendara. Suasana hutan masih lebat. Banyak pohon jati di lokasi. Di sekitar lokasi terdapat kali atau sungai yang dikenal Kali Gladi. Terdapat Jembatan Gendruwo yang dikenal angker oleh masyarakat. Daun tebal yang menggunung di cekungan yang diduga bekas pembantaian massal simpatisan PKI. Di lokasi terdapat cekungan berdiameter sekitar 4 meter. Cekungan tanah yang diduga menjadi kuburan massal tragedi 1965. Kaur Teknik di BKPH Regaloh Pati, Heri Herdianto mengatakan cerita yang ada di ma...

Melihat Dusun Condro Pati yang Hanya Dihuni 4 Rumah Saja

Gambar
Pati - Di Dusun atau Dukuh Condro Desa Karang Sumber Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terbilang cukup unik. Sebab di dusun tersebut hanya dihuni empat rumah atau empat kepala keluarga.  Untuk sampai ke lokasi cukup jauh dari pusat Kota Kabupaten Pati. Jaraknya sekitar 20 kilometer atau sekitar setengah jam untuk sampai di lokasi.  Suasana pedesaan masih kental di Dusun Condro. Dusun tersebut berada di tengah persawahan. Jarak dengan Balai Desa Karang Sumber sekitar 1 kilometer.  Suasana sepi terasa ketika sampai di dusun tersebut. Warga sedang beraktivitas sehari-hari. Ada yang selepas pulang dari sawah. Ada pula yang sedang memelihara hewan ternak yang kandangnya berada di depan rumah.  Kondisi rumah cukup sederhana. Berapa rumah terbuat dari kayu dan berlantai tanah. Seperti apa penampakannya, berikut video suasana di Dusun Condro yang hanya dihuni empat rumah saja. 

Penampakan Fosil Gading Gajah Purba Usia Jutaan Tahun Lalu Ditemukan di Kudus

Gambar
Petugas sedang membersikan fosil gading gajah di Museum Patiayam Kudus. Dok Pribadi  Kudus - Warga Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menemukan fosil gading gajah sepanjang 2,5 meter. Fosil gading gajah itu termasuk jenis Stegodon Trigono Chepalus. Fosil gading itu ditemukan di lereng Pegunungan Patiayam. Tepatnya di lapisan pleistosen. Gading purba itu diperkirakan berusia lebih dari jutaan tahun yang lalu. Fosil tersebut kini   tengah disimpan di Museum Purbakala Patiayam Kudus. Petugas pun masih melakukan pembersihan untuk dilakukan konservasi terhadap fosil itu. Selain fosil itu sebelumnya juga ada penemuan fosil gading gajah empat meter dan tiga meter. Berikut link video penampakan fosil gading gajah;

Jembatan Buatan Masa Penjajahan Belanda di Kudus Ini Masih Kokoh Slur!!!

Gambar
Kabupaten Kudus - Di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdapat sebuah jembatan kuno yang dibuat zaman penjajahan Belanda.  Jembatan penghubung dua kecamatan itupun masih dilintasi roda dua dan kendaraan pribadi. Jembatan berukuran lebar 2,5 meter dan panjang 50 meter. Jembatan menghubungkan dua kecamatan, Bae dan Gebog Kondisi jembatan besinya sudah berkarat dan dibangun di atas Sungai Gelis. Macet saat jam-jam kerja, pagi terutamanya. Hanya bisa dilintasi mobil pribadi dan motor, itupun secara bergantian. Bus tidak bisa melintas di Jembatan Karangsambung. Kono jembatan tersebut dibuat oleh masa penjajahan Belanda. Jembatan tersebut digunakan sebagai akses kendaraan untuk memuat tebu dan hasil petani lainnya. Hingga sekarang jembatan yang berkarat itu masih kokoh dan digunakan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Cerita Turun Temurun di Balik Tradisi Perang Obor di Jepara

Gambar
Perang obor di Jepara. Dok Pribadi Kabupaten Jepara – Tradisi perang obor dalam acara sedekah bumi di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digelar meriah tahun ini. Ternyata di balik perang obor tersebut terdapat dua tokoh yang dulunya bertengkar menggunakan obor. Seperti apa ceritanya. Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso mengatakan perang obor ini merupakan usaha dilakukan dengan saling pukul pelepah kelapa dan duan pisang yang dibakar. Dari situlah hewan ternak tiba-tiba sembuh dari penyakit. Agus bercerita perang obor ini bermula dari cerita Kiai Babadan dengan Mbah Gemblong. Kiai Babadan ini memiliki juru rawat hewan ternak yakni Mbah Gemblong. Suatu hari hewan ternak milik Kiai Babadan sedang sakit. "Ini sebagai warisan cerita Mbah Gemblong dengan Kiai Babadan, itu dulu 500 tahun yang lalu. Suatu hari hewan ternaknya sakit akan mati," jelas Agus belum lama ini. Kiai Babadan menjumpai Mbah Gemblong di sungai. Babadan pun menganggap Mb...

Kisah Raden Bambang Kebo Nyabrang dengan Raden Ronggo di Balik Asal-usul Gerbang Majapahit ada di Pati

Gambar
Lokasi Gerbang Majapahit di Pati. Dok. Pribadi Kabupaten Pati - Gerbang Majapahit berada di Dukuh Rendole Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Gerbang ini mengkisahkan tentang Raden Bambang Kebo Nyabrang adalah anak Sunan Muria yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya. Hal ini seperti tertulis pada plang yang ada di depan lokasi gerbang yang dikenal masyarakat Gerbang Majapahit. "Sebagai syarat agar diakui sebagai anak Sunan Muria, maka Sunan Muria menyuruh Kebo Nyabrang membawa pintu gerbang Majapahit dari Mojokerto menuju Gunung Muria dalam satu malam," tulisnya seperti dilihat belum lama ini. Murid Sunan Ngerang juga berkeinginan untuk mendapatkan pintu tersebut. Sebab pintu itu menjadi syarat untuk mempersunting putri Sunan Ngerang. Di sisi lain tempat di padepokan Sunan Ngerang salah satu muridnya bernama Raden Ronggo ingin menyunting putri Sunan Ngerang bernama Roro Pujiwat. Dia mau memperistri dengan syarat Raden Ronggo memboyong...

Sederet Cerita Kesaktian Mbah Jenggolo Murid Sunan Kudus yang Jadi Cikal Bakal Desa Janggalan

Gambar
Lukisan tiga dimensi kuda pemeliharaan Mbah Jenggolo di Desa Janggalan. Kabupaten Kudus - Cikal bakal Desa Janggalan Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tidak terlepas dari sosok Mbah Jenggolo atau yang dikenal Sirojuddin. Konon Mbah Jenggolo merupakan murid Sunan Kudus yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Desa Janggalan, lalu seperti apa ceritanya? Makam Mbah Jenggolo berada di sebelah selatan Balai Desa Janggalan. Makamnya hingga kini masih terawat dengan baik. Bahkan banyak peziarah yang datang di makam juru pelihara kuda Sunan Kudus setiap harinya.  Kepala Desa Janggalan, Noor Azis mengatakan cerita tentang Mbah Jenggolo hingga kini masih ada turun-temurun. Azis menyebutkan Mbah Jenggolo merupakan murid kesayangan dari Sunan Kudus salah satu Wali Sembilan penyebar agama Islam di Jawa. “Cerita Mbah Jenggolo ini memang turun-temurun ya,” terang Azis belum lama ini. Azis menuturkan Mbah Jenggolo merupakan sosok cikal bakal berdirinya Desa Janggalan. Hal ini bisa dilihat de...