Kependidikan di masa lalu

PENDIDIKAN

Dengan adanya Undang – undang tahun 1854, memberikan kesempatan belajar bagi penduduk yang hanya semula untuk orang Indonesia, tetapi kemudian anak – anak Tionghoa diberi kesemapatan untuk memasuki sekolah – sekolah Belanda dengan syarat mengerti bahasa Belanda. Hal – hal ini menyebabkan orang – orang Tionghoa merasa dianak tirikan oleh pemerintah jajahan Belanda.
Pada tahun 1900 orang Tionghoa di Indonesia mendapat pengaruh dari sistem pendidikan di negara Cina yang mengalami modernisasi. Sekolah dirikan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak – anak Tionghoa. Pada tahun 1911 telah ada 93 cabangnya di seluruh Indonesia.
Syarat utama untuk memasuki sekolah ini adalah, bahwa anak – anak Tionghoa berasal dari tingkatan kedudukan sosial yang tertentu. Walaupun syarat pengetahuan dasar bahasa Belanda yang tidak ada namun untuk kemungkinan anak – anak Tionghoa mengikuti pelajaran – pelajaran dalam bahasa Belanda. Maka bagi mereka diadakan kelas – kelas persiapan yang mengajarkan bahasa Belanda. Pendirian sekolah – sekolah Tionghoa Belanda untuk menjamin pendidikan yang luas bagi orang Tionghoa. Dapat dikatakan bahwa waktu itu 50% dari anak – anak Tionghoa di Indonesia telah berpendidikan.
Orang Tionghoa di Indonesia terpisah – pisah, karena latar belakang pendidikannya. Pertama adalah ke dalam golongan peranakan dan totok. Kemudian mereka terbagi ke dalam golongan – golongan yang mendapat pendidikan Belanda, Indonesia atau Cina. Kedua golongan orang Tionghoa itu bersatu dan dengan semangat nasionalisme bersama – sama menantang Jepang. Untuk lima belas tahun lamanya dari tahun 1942 – 1957, jumlah anak – anak peranakan yang mengikuti sekolah – sekolah Cina, yang diselenggarakan oleh orang Totok makin tambah karena perlakuan pemerintah yang sama buruknya terhadap warga negara Peranakan dan orang – orang Totok.
Setelah peristiwa G-30-S, semua sekolah Cina ditutup dan di ambil alih oleh pemerintah Indonesia, sehingga semua anak orang Totok maupun Peranakan terpaksa masuk sekolah Indonesia.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederet Cerita Kesaktian Mbah Jenggolo Murid Sunan Kudus yang Jadi Cikal Bakal Desa Janggalan

Ketika Sejarah Dikendalikan Oleh Penguasa Orde Baru

Mengenal Alas Lamin, Pati, Konon Ada Lubang Bekas Pembantaian yang Masih Misteri