dap-sej
Antara
Pencitraan, Kenyataan atau Mitos Kepercayaan
Oleh : Dian Utoro Aji
Tidak jarang bahwa seorang pemimpin
harus memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sebut saja kisah seorang
tokoh pada sejarah Indonesia kuno Ken Arok yang merupakan raja kerajaan pertama
Singsari yang memiliki banyak hal yang kontroversi, dari kisah anak dewa hingga
seorang istri yang dinikahi.
Dalam hal ini bagaimana kisah Ken
Arok yang merupakan anak rakyat jelata yang mampu menjadi seorang raja di suatu
kerajaan besar di tanah jawa. Akan teatapi ketika dicermati secara nyata
sebenarnya pula Ken Arok merupakan keturunan seorang raja. Namun pada cerita
misalnya dalam kitab Pararaton dijelaskan Ken Arok merupakan keturunan dewa.
Perlu dikoreksi lebih lanjut bahwa Ken Arok anak petani yang ibunya dihubungi
oleh seorang dewa untuk menurunkan anak Ken Arok tersebut yang kemudian menjadi
raja di tanah jawa ini.
Dalam penulisan sejarah misalnya
kitab khususnya penulisan historiografi tradisional masih banyak mengandung
unsur-unsur mitologi. Hal ini bertujuan untuk membesar-besarkan seorang tokoh
atau raja yang berkuasa sehingga raja tersebut dianggap memiliki kelebihan yang
luar biasa, sehingga masyarakat tunduk terhadap tokoh atau raja tersebut.
Dewasa ini dijaman modern dengan
kecanggihan teknologi masih juga para tokoh atau pemimin bangsa ini mencari
kebaikan didepan umum, meskipun dalam hatinya meminta balasan yang lebih besar.
Katakan peran para tokoh atau pemimpin seperti itu ibaratkan sandiwara sebuah
cerita. Di panggung depan memiliki peran yang baik-baik, akan tetapi dibelakang
belum tentu baik pula.
Komentar
Posting Komentar