Dari perkataan hingga "Guyonan" Sejarah
Jangan
Salahkan Sejarah,
Minim Prestasi Dunia
Persepak Bolaan di Indonesia
Oleh : Dian Utoro Aji,
Dalam dunia persepak bolaan di
Indonesia ini memang diakui bahwa Indonesia minim sekali berprestasi dikancah
dunia. Hal ini ketika kalau secara cermat dipahami bahwa terlalu sayangnya
bangsa ini kepada sepak bola Indonesia. Dilihat saja misalnya ketika bertanding
dengan negara saudara meskipun Indonesia mengalami kelakalahan katakanlah 0_3
itu dianggap sebagai pembelajaran.
Dari kekalahan-kekalahan yang dialami
Indonesia secara terus-menerus bahkan keseringan sehingga dalam hal ini
dianggap sebuah kebiasaan. Perlua dicermati bahwa dengan timbul secara terus menerus
bahkan sering dilakukan hal ini yang kemudian menimbulkan sebuah kebiasaan atau
budaya, bahkan secara lebih luas cakupannya bisa disebut dengan kebudayaan.
Sebagai bangsa yang baik tidak
pantasnya untuk menyalahkan siapa-siapa. Kalau dilihat dalam perspektif sejarah
dimana ada peristiwa penting dimasa lalu yang masih memiliki nilai dimasa
sekarang ini. Peristiwa tersebut yaitu dikutip dari perkataan tokoh pendiri
Negara ini dan juga Sang Proklamator beliau adalah Soekarno.
Hal ini bisa dicermati bahwa apakah
ini sebagai kebetulan atau sebuah ibaratkan mitos. Dalam salah satu pidato
Soekarno yang mengatakan “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru
dari akarnya, Berikan aku 10 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari pidato tersebut bahwa andai Soekarno
menyebutkan 11 pemuda bukan 10 pemuda menurut pandangan penulis niscaya
perkataannya akan kenyataan.
Komentar
Posting Komentar