Begal
Begal
Juga Manusia
Oleh: Dian Utoro Aji_3101412050
Pendidikan Sejarah, Unnes
Akhir-akhir ini sering kali
terdengar nyaring ditelinga dengan istilah “begal”. Pasalnya orang yang suka
mencuri motor dijalan tanpa belas kasihan terhadap korban, maka si pencuri
motor ini disebut dengan “begal”. Begal beraksi tidak peduli gelap maupun
keramainya. Hal ini terbukti bahwa begal tidak segan-segan beraksi ditengah
keramaian bahkan ditengah kegelapan.
Begal sekarang ini sebetulnya juga
tidak jauh berbeda dengan begal dahulu.. Dalam buku Bandit-Bandit Pedesan
dikisahkan para petani yang merasa tertekan oleh pemerintah kolonial Belanda
dan perkebunan yang kapitalis. Dimana para petani memberontak dengan mencuri
barang-barang yang berharga, yang dimiliki oleh para orang Belanda maupun
orang-orang kapitalis.
Begal diera serba modern ini, begal
muncul dikarena motif ekonomi yang serba sulit. Dapat diketahui bahwa kondisi
saat ini dimana harga sembako naik tinggi dan lapangan pekerjaan sulit diraih.
Sedangkan kebutuhan manusia selalu berkembang mengikuti keadaan perkembangan
jaman pula.
Begal beraksi dengan mencuri motor yang diinginkannya. Kemudian
hasil motor rampasan tersebut dijual-belikan baik secara utuh atau perondil
motor. Begal selain memiliki keahlian untuk merampas motor maupun harta benda
lainya. Begal juga dilengkapi dengan senjata berupa pistol. Dengan persenjataan
tersebut begal tidak segan-segan menembak korban apabila melawan.
Dengan kelengkapan begal seperti itu, namun begal juga manusai.
Tidak jarang ketika begal beraksi harus berakhir pula nyawanya. Semisal yang
terjadi pada Senin, 9 maret 2015 Jajaran Satuan Reserse Kriminal di Kepolisian
Resor Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menembak mati dua begal di wilayah tersebut.
Hal inilah yang kemudian sementara menjadi solusi jitu ketika
para begal melawan. Selain itupula dengan menembak mati para begal sadis menjadikan
begal yang lain untuk mengurungkan untuk beraksi. Semoga cepat begal pensiun,
sehingga keadaan di Negara ini aman dan tentram.
Komentar
Posting Komentar