Kemerdekaan

Kemerdekaan Yang Semu
Oleh: Dian Utoro Aji
            Perjuangan kemerdekaan yang tidak mudah digemgam, butuh perngorbaan dan kebetulan. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, hal ini bertanda secara de facto bahwa Indonesia sudah menjadi suatu Negara. Bapak proklamator Ir. Soekarno dan Hatta adalah dua tokoh atasa nama bangsa Indonesia yang menyatakan merdeka.
            Di awal kemerdekaan Indonesia justru timbul berbagai masalah yaitu Belanda ingin kembali menguasasi Indonesia dengan membonceng pihak sekutu. Hal inilah menjadikan perjuangan tersendiri para pendiri bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Darah para pejuang rela tumpah, tidak sedikit harta anak istri dtinggalkan demi mempertahankan kemerdekaan,
            Itu semua sudah berlalu dan Indonesia menjadi Negara sudah 60 tahuan-an lamanya. Kemerdekaan Indonesia tiap tahun dilaksanakan peringatannya. Bendera merah-putih dikibarkan disinggah sana. Banyak perlombaan dilaksanakan untuk memperingati hari jadi Indonesia. Baik anak-anak, remaja maupun orang tua renta ikut bersenang ria.
            Namun itu semua hanyalah simbolisasi para rakyat kecil untuk merayakan kesenangan sesaat. Ketika hari jadi berlalu mereka kembali harus berjuang untuk memenuhi perjuangan hidup. Hidup di negara sendiri seperti hidup di Negara tetangga. Perjuangan keras kembali seperti jaman kolonisasi, namun hal yang membedakan dijaman merdeka ini bangsa sendiri harus bertahan hidup dari siksaan para tokoh Negara.
            Tokoh Negara tidak seperti para pendahulu, para pendiri bangsa berjuang benar atas kepentingan bangsa bukan partai pembesar. Memang tidak harus dipungkiri bahwa sejak dulu hingga sekarang para pejuang bangsa mengatas namakan keluarga maupun teman sebaya bukan lagi bangsa. Akan tetapi ketika sekarang ini jelas sekali bahwa para tokoh Negara hanya mementingkan kepentingan sanak saudara maupun keluarga tercinta berbeda ketika kedua tokoh proklamator dan Jendral 32 tahun yang benar-benar mementingkan bangsa. Ini terbukti dengan perjuangan dan pembangunan-pembangunan yang dirasakan.
              Pergantian-pergantian para pemimpin bangsa sudah 8 kali namun yang dirasakan tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Tatanan ekonomi, masalah sosial yang tiada hentinya. Kesejahteraan yang hanya tinggal mimpi belaka. Tiap kali para pengusaha menyalonkan diri untuk menata Negara yang penuh dengan masalah. Kata-kata manis terucap dan janji-janji yang selalu teringkari.

            Indonesia semakin tumbuh dewasa dengan begitu pula banyak masalah. 60 tahun-an Indonesia merdeka. Tiap tahun upacara bendera terlaksana, merah putih berkibar dengan ria. Tapi kenapa kemerdekaan dan kesejarteraan hanya mimpi di angan-angan belaka???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederet Cerita Kesaktian Mbah Jenggolo Murid Sunan Kudus yang Jadi Cikal Bakal Desa Janggalan

Ketika Sejarah Dikendalikan Oleh Penguasa Orde Baru

Mengenal Alas Lamin, Pati, Konon Ada Lubang Bekas Pembantaian yang Masih Misteri