Soekarno Orang Kiri Revolusi & G30S 1965

Judul buku                  : Soekarno Orang Kiri Revolusi & G30S 1965
Penulis                         : Onghokham
Terbit/Penerbit            : Jakarta : Komunitas Bambu, 2013
Ukuran                        : (xii + 220 hlm : 14 x 21 cm)
A.    Terkait apakah buku Soekarno Orang Kiri Revolusi & G30S 1965 karya Onghokham berorientasi politik. Hal ini bisa dikutip pada halaman 58 yang menunujukan bahwa buku ini berorientasi politik yaitu "Sukarno dilihat sebagai pribadi politik, dan juga latar belakangnya baik masyarakat maupun Negara, dilihat dari sudut pandang politik, yakni sebagai suatu masyarakat yang berpengalaman penjajahan langsung dan negara kolonial kepolisian".
B.     Adakah unsur/interfrensi penulis dalam mempenjarakan penulisan sejarah politik? Mengenai hal tersebut bahwa penulis yaitu Onghokham sendiri merupakan pelaku sejarah yang terlibat secara langsung dalam berbagai peristiwa sejarah, semisalnya kejadian G30S itu. Akan tetapi bahwa Onghokham memiliki kedekatan tersendiri terhadap kelompok nasionalis kiri terutama Bung Karno, hal ini bisa ditelusuri dari perkembangan pemikiran Onghokham muda yang sejak pertengahan 1950-an tengah menjauh dari kecinaan dan makin dekat seraya kepincut Indonesia dan keindonesiaan. Ong dekat dengan orang-orang nasionalis kiri atau yang kemudian sohor disebut dengan kelompok PNI Asu yang memang punya afinitas dengan jawa atau kejawaan. Ia pun sobat kental dengan tokoh-tokoh muda nasionalis kiri, seperti Kartjono dan Imam Toto K. Raharjdo. Meskipun Ong dekat dengan orang-orang nasionalis kiri, akan tetapi Ong sendiri tetap saja menjadi seorang pengamat. Ia menjadi pengamat yang aktif dibidangnya dengan menjaga komunikasi terbuka dengan untuk sebanyak mungkin kelompok.

C.     Mengenai apakah buku baru saja ditulis atau sudah ada? Memang sudah ada beberapa buku yang menulis yang bertemakan serumpun dengan buku ini yaitu tentang Sukarno dengan orang kirinya revolusi & peristiwa yang tak terlupakan yaitu peristiwa G30S 1965. Akan tetapi dalam tulisan Ong ini, ia sebagai sejarawan punya tempat khusus dalam historiografi Indonesia. Tulisan-tulisannya khas perpaduan antara kerja sejarah dengan pengalaman empiris. Sebagai kumpulan tulisan yang berkutat pada "Sukarno, Orang Kiri, Revolusi dan G30S 1965", buku ini sekali lagi membuktikan hal tersebut. Tentu saja, seperti lazimnya sebuah kumpulan tulisan, perulangan pembahasan pun tak terhindarkan. Hal tersebut bukan berarti kekuataan genial Ong sebagai sejarawan dalam buku ini mengalami kemerosotan, justru perulangan tersebut menjadi semacam simpul pengikat pemikiran utama Ong yang setiap saat membuat pembaca memahami akan pemikiran dan sikapnya akan sejarah yang dilihat dan maknanya ditemukan menyangkut soal "Sukarno, Orang Kiri, Revolusi dan G30S 1965".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederet Cerita Kesaktian Mbah Jenggolo Murid Sunan Kudus yang Jadi Cikal Bakal Desa Janggalan

Ketika Sejarah Dikendalikan Oleh Penguasa Orde Baru

Mengenal Alas Lamin, Pati, Konon Ada Lubang Bekas Pembantaian yang Masih Misteri