Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia
Oleh : Dian Utoro Aji, Sej.
Nama Hinida Belanda digunakan karena
memiliki kesamaan terhadap kebudayaan Indonesia yang sama dengan kebudayaan
Hindia. Dalam artian ini, bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesamaan budaya
dengan Hindia. Kemungkinan kebudayaan di Indonesia merupakan akulturasi
kebudayaan asli Indonesia yang tercampur dengan kebudayaan Hindia tanpa
meninggalkan kebudayaan asli Indonesia. Sehingga ada kemiripan dengan
kebudayaan Hindia, sehingga muncullah sebutan Hindia – Belanda.
System
social ekonomis pada abad XIX di Indonesia masa Hindia Belanda. Dimana pada
jaman ini, dalam bidang ekonomis social, khususnya dalam bidang ekonomi dikuasai
oleh orang orang barat seperti orang Eropa. Di mana pribumi sendiri menempati
tingkat kesejahtraan paling bawah dalam tingkatan masyarakat Hindia Belanda.
Hingga sampai sekarang kondisi ekonomi tingkat kesejahtraan masyarakat
Indonesia menempati paling bawah. Tidak jauh berbeda dengan masa Hindia Belanda
dimana masih dikuasai oleh orang – orang asing.
VOC
adalah kongsi dagang Belanda di Indonesia
yang didirikan oleh Heeren XVII pada
25 Maret 1602. Namun seiring berjalanya waktu peranan VOC tidak hanya sebagai
kongsi dagang melainkan bergeser menjadi wakil pemerintahan Belanda di
Indonesia. Sebagai wakil pemerintahan belanda VOC memiliki banyak hak istimewa
yang di sebut hak oktroi yaitu diantaranya adalah hak untuk mencetak mata uang,
membentuk tentara dan mendirikan benteng, mengadakan perjanjian dengan
raja-raja peibumi, dan banyak hak istimewa lainya.
Tindakan
– tindakan para pemimpin yang pernah memerintah di jawa seperti, Deandles, Jan
Willem Jannsens, dan Raffles. Masa pemerintahan Deandles yang sangat terknal
dalam mempertahankan wilayah jawa yaitu pembangunan dalam bidang pertahanan
berupa pembangunan jalan raya Anyer sampai Panarukan. Masa Willem Jannsens
merupakan masa pemerintahan yang sangat lemah, dimana beliau membiarkan
perbudakan dan hubungan dangn raja – raja di jawa yang buruk sehingga
menimbulkan perlawanan dari berbagai wilayah di jawa. Selanjutnya masa
pemerintahan Raffles, dimana masa pemerintahan salah satunya yang sangat
terkenal yaitu dalam bidang pengetahuan. Masa pemerintahan Raffles meninggalkan
banyak dalam bidang pengetahuan seperti, menulis buku History of java,
menemukan bunga Rafflesia Arnoldi, dan merintis Kebun Raya Bogor.
Politik pintu terbuka
merupakan politik dimana modal – modal asing boleh masuk dalam wilayah
Indonesia. Pada masa Hindia Belanda dimana dikuasai oleh Belanda. Pada masa ini
bidang ekonomi dikuasai pemerintah Belanda. Segala usaha industry apapun hasil
keuntungan untuk pemerintah Belanda. Pemerintah Indonesia sendiri hanya sebagai
pekerja. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa terjadi liberalism di Indonesia.
Kekuasaan modal dikuasai oleh asing, semisal eropa secara khusus pemerintah
Indonesia.
Cultuur stesel atau
tanam paksa penyelenggaraan di Indonesia diselenggarakan atau dicetuskan oleh
Johannes Van Den Bosch. Salah satu latar belakang terjadi penyelenggaraan
system tanam paksa di Indonesia yaitu Belanda mengalami kekosongan uang khas di
pemerintahan Belanda.
Tanam paksa atau
cultuur stesel di Indonesia tidak selalu memiliki dampak negative, tanam paksa
di Indonesia memiliki dampak positif yaitu, masyarakat Indonesia memiliki
pengatahuan baru mengenai teknologi menanam tanaman, dan mengetahui tanaman
yang berlaku di ekspor ke asing semisal kopi dan tebu.
Namun tanam paksa di
Indonesia memiliki dampak negative bagi masyarakat Indonesia salah satunya
yaitu rakyat dipaksa bekerja tidak mengenal waktu, mereka di paksa bekerja
secara terus menerus dan mengalami kelaparan. Bahkan tidak sedikit rakyat yang
meninggal dunia akibat system tanam paksa tersebut.
Dari uraian di atas
dapat diketahui bahwa rakyat pribumi
selama bertahun – tahun bahkan berabad – abad mengalami penderitaan yang tidak
sedikit merenggut banyak jiwa rakyat pribumi. Dalam hal ini pemerintah
Indonesia mengalami ketidakpuasan terhadap pemerintah Belanda sehingga
timbullah perlawanan – perlawanan yang lebih bersifat kedaerahan yang mencoba
memberontak terhadap Belanda akibat ketidak puasan pemerintah di berbagai
daerah di Indonesia terhadap pemerintahan Belanda yang justru lebih menyiksa
dan merugikan rakyat pribumi.
Perlawanan – perlawanan
terjadi seperti, perlawanan rakyat Maluku, perlawanan kaum Paderi (1821 –
1825), perlawanan di jawa Pemerintah Diponegoro (1825 – 1830), perlawanan
rakyat Bali, perlawanan rakyat Sumatra Utara Tapanuli. Perlawanan - perlawanan tersebut merupakan perlawanan
yang pada umumnya merasa ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap pemerintahan
Belanda yang merugikan mereka. Perlawanan – perlawanan pemerintahan berbagai
daerah lebih bersikap kedaerahan belum memiliki rasa kesatuan yang lebih yaitu
dalam tingkatan Nusantara. Perlawanan – perlawanan tersebut memang pada
dasarnya lebih mengalami kekalahan karena masih bersifat kedaeraahan, masih
mementingkan kepentingan politik wilayah tertentu, senjata yang kalah canggih
terhadap Belanda, dan kalah taktik terhadap Belanda.
Komentar
Posting Komentar