Postingan

Kisah Berdirinya Kadipaten Pati Pesantenan Bermula Dari Minum Dawet

Gambar
Di Dukuh Kemiri Desa Sarirejo Kecamatan Kota, Kabupaten Pati terdapat sebuah situs. Situs itu bernama Situs Kemiri.  Konon cerita situs tersebut merupakan cikal bakal dari berdirinya Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Situs Kemiri tidak jauh dari pusat Kota. Sekitar 4 kilometer dari Alun-alun Pati.  Kondisi Situs Kemiri masih terawat dengan baik. Dari depan terdapat sebuah gapura pintu masuk. Lalu di dalam terdapat pohon beringin menjulang tinggi besar di depan. Pohon itu konon menjadi gerbang masuk ke Kadipaten Pati.  Setelah masuk terdapat pendapa. Di sebelah pendapat terdapat Genuk kemiri. Konon dari Genuk itu muncul dan adanya Kabupaten Pati. Hal ini juga seperti pada tulisan sejarah yang tertera pada papan informasi di sekitar Situs Kemiri. Ceritanya Raden Kembang Joyo merasa kehausan dan diberikan semacam dawet. Dawet itu berasal dari santan kelapa. Kata santan itulah konon menjadi nama Kadipaten Pati Pesantenan yang berdiri sejak tahun 1294 Masehi.  "Beliau merasa k...

Mengenal Alas Lamin, Pati, Konon Ada Lubang Bekas Pembantaian yang Masih Misteri

Gambar
Alas Lamin di Pati  Kabupaten Pati - Sebuah Hutan di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati ini cukup dikenal angker oleh masyarakat setempat. Masyarakat mengenal alas atau hutan itu dengan sebutan “Lamin”. Banyak cerita di sekitar masyarakat hutan itu dikenal cukup angker. Masyarakat pun menyebutkan di hutan itu terdapat lubang bekas pembantaian korban yang diduga menjadi simpatisan PKI pada tahun 1965-an. Hutan ini dari pusat Kota Pati jaraknya sekitar 7,7 kilometer atau 18 menit dengan berkendara. Suasana hutan masih lebat. Banyak pohon jati di lokasi. Di sekitar lokasi terdapat kali atau sungai yang dikenal Kali Gladi. Terdapat Jembatan Gendruwo yang dikenal angker oleh masyarakat. Daun tebal yang menggunung di cekungan yang diduga bekas pembantaian massal simpatisan PKI. Di lokasi terdapat cekungan berdiameter sekitar 4 meter. Cekungan tanah yang diduga menjadi kuburan massal tragedi 1965. Kaur Teknik di BKPH Regaloh Pati, Heri Herdianto mengatakan cerita yang ada di ma...

Melihat Dusun Condro Pati yang Hanya Dihuni 4 Rumah Saja

Gambar
Pati - Di Dusun atau Dukuh Condro Desa Karang Sumber Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terbilang cukup unik. Sebab di dusun tersebut hanya dihuni empat rumah atau empat kepala keluarga.  Untuk sampai ke lokasi cukup jauh dari pusat Kota Kabupaten Pati. Jaraknya sekitar 20 kilometer atau sekitar setengah jam untuk sampai di lokasi.  Suasana pedesaan masih kental di Dusun Condro. Dusun tersebut berada di tengah persawahan. Jarak dengan Balai Desa Karang Sumber sekitar 1 kilometer.  Suasana sepi terasa ketika sampai di dusun tersebut. Warga sedang beraktivitas sehari-hari. Ada yang selepas pulang dari sawah. Ada pula yang sedang memelihara hewan ternak yang kandangnya berada di depan rumah.  Kondisi rumah cukup sederhana. Berapa rumah terbuat dari kayu dan berlantai tanah. Seperti apa penampakannya, berikut video suasana di Dusun Condro yang hanya dihuni empat rumah saja. 

Penampakan Fosil Gading Gajah Purba Usia Jutaan Tahun Lalu Ditemukan di Kudus

Gambar
Petugas sedang membersikan fosil gading gajah di Museum Patiayam Kudus. Dok Pribadi  Kudus - Warga Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menemukan fosil gading gajah sepanjang 2,5 meter. Fosil gading gajah itu termasuk jenis Stegodon Trigono Chepalus. Fosil gading itu ditemukan di lereng Pegunungan Patiayam. Tepatnya di lapisan pleistosen. Gading purba itu diperkirakan berusia lebih dari jutaan tahun yang lalu. Fosil tersebut kini   tengah disimpan di Museum Purbakala Patiayam Kudus. Petugas pun masih melakukan pembersihan untuk dilakukan konservasi terhadap fosil itu. Selain fosil itu sebelumnya juga ada penemuan fosil gading gajah empat meter dan tiga meter. Berikut link video penampakan fosil gading gajah;

Jembatan Buatan Masa Penjajahan Belanda di Kudus Ini Masih Kokoh Slur!!!

Gambar
Kabupaten Kudus - Di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terdapat sebuah jembatan kuno yang dibuat zaman penjajahan Belanda.  Jembatan penghubung dua kecamatan itupun masih dilintasi roda dua dan kendaraan pribadi. Jembatan berukuran lebar 2,5 meter dan panjang 50 meter. Jembatan menghubungkan dua kecamatan, Bae dan Gebog Kondisi jembatan besinya sudah berkarat dan dibangun di atas Sungai Gelis. Macet saat jam-jam kerja, pagi terutamanya. Hanya bisa dilintasi mobil pribadi dan motor, itupun secara bergantian. Bus tidak bisa melintas di Jembatan Karangsambung. Kono jembatan tersebut dibuat oleh masa penjajahan Belanda. Jembatan tersebut digunakan sebagai akses kendaraan untuk memuat tebu dan hasil petani lainnya. Hingga sekarang jembatan yang berkarat itu masih kokoh dan digunakan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Cerita Turun Temurun di Balik Tradisi Perang Obor di Jepara

Gambar
Perang obor di Jepara. Dok Pribadi Kabupaten Jepara – Tradisi perang obor dalam acara sedekah bumi di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digelar meriah tahun ini. Ternyata di balik perang obor tersebut terdapat dua tokoh yang dulunya bertengkar menggunakan obor. Seperti apa ceritanya. Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso mengatakan perang obor ini merupakan usaha dilakukan dengan saling pukul pelepah kelapa dan duan pisang yang dibakar. Dari situlah hewan ternak tiba-tiba sembuh dari penyakit. Agus bercerita perang obor ini bermula dari cerita Kiai Babadan dengan Mbah Gemblong. Kiai Babadan ini memiliki juru rawat hewan ternak yakni Mbah Gemblong. Suatu hari hewan ternak milik Kiai Babadan sedang sakit. "Ini sebagai warisan cerita Mbah Gemblong dengan Kiai Babadan, itu dulu 500 tahun yang lalu. Suatu hari hewan ternaknya sakit akan mati," jelas Agus belum lama ini. Kiai Babadan menjumpai Mbah Gemblong di sungai. Babadan pun menganggap Mb...

Kisah Raden Bambang Kebo Nyabrang dengan Raden Ronggo di Balik Asal-usul Gerbang Majapahit ada di Pati

Gambar
Lokasi Gerbang Majapahit di Pati. Dok. Pribadi Kabupaten Pati - Gerbang Majapahit berada di Dukuh Rendole Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Gerbang ini mengkisahkan tentang Raden Bambang Kebo Nyabrang adalah anak Sunan Muria yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya. Hal ini seperti tertulis pada plang yang ada di depan lokasi gerbang yang dikenal masyarakat Gerbang Majapahit. "Sebagai syarat agar diakui sebagai anak Sunan Muria, maka Sunan Muria menyuruh Kebo Nyabrang membawa pintu gerbang Majapahit dari Mojokerto menuju Gunung Muria dalam satu malam," tulisnya seperti dilihat belum lama ini. Murid Sunan Ngerang juga berkeinginan untuk mendapatkan pintu tersebut. Sebab pintu itu menjadi syarat untuk mempersunting putri Sunan Ngerang. Di sisi lain tempat di padepokan Sunan Ngerang salah satu muridnya bernama Raden Ronggo ingin menyunting putri Sunan Ngerang bernama Roro Pujiwat. Dia mau memperistri dengan syarat Raden Ronggo memboyong...

Sederet Cerita Kesaktian Mbah Jenggolo Murid Sunan Kudus yang Jadi Cikal Bakal Desa Janggalan

Gambar
Lukisan tiga dimensi kuda pemeliharaan Mbah Jenggolo di Desa Janggalan. Kabupaten Kudus - Cikal bakal Desa Janggalan Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tidak terlepas dari sosok Mbah Jenggolo atau yang dikenal Sirojuddin. Konon Mbah Jenggolo merupakan murid Sunan Kudus yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Desa Janggalan, lalu seperti apa ceritanya? Makam Mbah Jenggolo berada di sebelah selatan Balai Desa Janggalan. Makamnya hingga kini masih terawat dengan baik. Bahkan banyak peziarah yang datang di makam juru pelihara kuda Sunan Kudus setiap harinya.  Kepala Desa Janggalan, Noor Azis mengatakan cerita tentang Mbah Jenggolo hingga kini masih ada turun-temurun. Azis menyebutkan Mbah Jenggolo merupakan murid kesayangan dari Sunan Kudus salah satu Wali Sembilan penyebar agama Islam di Jawa. “Cerita Mbah Jenggolo ini memang turun-temurun ya,” terang Azis belum lama ini. Azis menuturkan Mbah Jenggolo merupakan sosok cikal bakal berdirinya Desa Janggalan. Hal ini bisa dilihat de...

Di Balik “Tapa Wuda” Ratu Kalinyamat yang Fenomenal

Gambar
Pertapaan Ratu Kalinyamat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.  Jepara – Sebuah tempat di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara kono menjadi lokasi pertapaan Ratu Kalinyamat. Konon Ratu Kalinyamat melakukan pertapaan “tapa wuda” atau semedi di petilasan tersebut. Lalu seperti apa kisah tapa wuda Ratu Kalinyamat tersebut?  Pertapaan Ratu Kalinyamat ini berada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo. Jarak dengan pusat Kota Jepara 36 kilometer atau ditempuh dengan berkendara sekitar 60 menit.  Juru kunci petilasan Ratu Kalinyamat, Muchlisin mengatakan tapa wuda yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat bukan terkandung masuk tapa atau bersemedi tanpa busana. Melainkan semedi dengan melepaskan busana keraton dan memakai busana layaknya rakyat biasa.  “Yang dimaksud dengan tapa wuda senjang rambut, khususnya untuk Ratu Kalinyamat bukan untuk telanjang bulat itu bukan. Beliau wuda itu dalam arti melepaskan busana keraton, tapi memakai pakaian layaknya ra...

Parangtritis By PPL Unnes SMA 2 Bae, Kudus

Gambar

B.J. Habibie Sebagai Sosok Pengganti Soeharto

Gambar
Sosok Burhanudin Jusuf Habibie yang melekat pada ingatan bangsa Indonesia adalah sosok yang terkenal dengan pembuatan pesawat teknologi tingkat tinggi. Sosok Habibie menjadi idola seluruh bangsa Indonesia bagi remaja , dan para orang tua yang berharap anak-anaknya kelas mengikuti jejak dari B.J. Habibie. Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan bugis, sedangkan ibunya beretnis jawa R.A. Tuti Marini Puspowardjojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, ayahnya bernama Puspowardjojo bertugasa sebagai pemilik sekolah. B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikarunia dua orang putra anak yang bernama; Ilham akbar Habibie, dan Thrareq Kemal Habibie. (Sumber: Wikipedia diakses pada tanggal 26 ...

Kemerdekaan

Kemerdekaan Yang Semu Oleh: Dian Utoro Aji             Perjuangan kemerdekaan yang tidak mudah digemgam, butuh perngorbaan dan kebetulan. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, hal ini bertanda secara de facto bahwa Indonesia sudah menjadi suatu Negara. Bapak proklamator Ir. Soekarno dan Hatta adalah dua tokoh atasa nama bangsa Indonesia yang menyatakan merdeka.             Di awal kemerdekaan Indonesia justru timbul berbagai masalah yaitu Belanda ingin kembali menguasasi Indonesia dengan membonceng pihak sekutu. Hal inilah menjadikan perjuangan tersendiri para pendiri bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Darah para pejuang rela tumpah, tidak sedikit harta anak istri dtinggalkan demi mempertahankan kemerdekaan,             Itu semua sudah berlalu dan Indonesia menjadi Negara sudah 60 tahuan-an...

Begal

Begal Juga Manusia Oleh: Dian Utoro Aji_3101412050 Pendidikan Sejarah, Unnes             Akhir-akhir ini sering kali terdengar nyaring ditelinga dengan istilah “begal”. Pasalnya orang yang suka mencuri motor dijalan tanpa belas kasihan terhadap korban, maka si pencuri motor ini disebut dengan “begal”. Begal beraksi tidak peduli gelap maupun keramainya. Hal ini terbukti bahwa begal tidak segan-segan beraksi ditengah keramaian bahkan ditengah kegelapan.             Begal sekarang ini sebetulnya juga tidak jauh berbeda dengan begal dahulu.. Dalam buku Bandit-Bandit Pedesan dikisahkan para petani yang merasa tertekan oleh pemerintah kolonial Belanda dan perkebunan yang kapitalis. Dimana para petani memberontak dengan mencuri barang-barang yang berharga, yang dimiliki oleh para orang Belanda maupun orang-orang kapitalis.         ...

Dari perkataan hingga "Guyonan" Sejarah

Jangan Salahkan Sejarah, Minim Prestasi Dunia Persepak Bolaan di Indonesia Oleh : Dian Utoro Aji,             Dalam dunia persepak bolaan di Indonesia ini memang diakui bahwa Indonesia minim sekali berprestasi dikancah dunia. Hal ini ketika kalau secara cermat dipahami bahwa terlalu sayangnya bangsa ini kepada sepak bola Indonesia. Dilihat saja misalnya ketika bertanding dengan negara saudara meskipun Indonesia mengalami kelakalahan katakanlah 0_3 itu dianggap sebagai pembelajaran.             Dari kekalahan-kekalahan yang dialami Indonesia secara terus-menerus bahkan keseringan sehingga dalam hal ini dianggap sebuah kebiasaan. Perlua dicermati bahwa dengan timbul secara terus menerus bahkan sering dilakukan hal ini yang kemudian menimbulkan sebuah kebiasaan atau budaya, bahkan secara lebih luas cakupannya bisa disebut dengan kebudayaan.     ...

dap-sej

Antara Pencitraan, Kenyataan atau Mitos Kepercayaan Oleh : Dian Utoro Aji             Tidak jarang bahwa seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sebut saja kisah seorang tokoh pada sejarah Indonesia kuno Ken Arok yang merupakan raja kerajaan pertama Singsari yang memiliki banyak hal yang kontroversi, dari kisah anak dewa hingga seorang istri yang dinikahi.             Dalam hal ini bagaimana kisah Ken Arok yang merupakan anak rakyat jelata yang mampu menjadi seorang raja di suatu kerajaan besar di tanah jawa. Akan teatapi ketika dicermati secara nyata sebenarnya pula Ken Arok merupakan keturunan seorang raja. Namun pada cerita misalnya dalam kitab Pararaton dijelaskan Ken Arok merupakan keturunan dewa. Perlu dikoreksi lebih lanjut bahwa Ken Arok anak petani yang ibunya dihubungi oleh seorang dewa untuk menurunkan anak Ken Arok tersebut yang...

Sekilas Kebijakan Soekarno Di Pucuk Pimpinan Hingga Jatuhnya Seoharto Dalam Kursi Presiden Republik Indonesia

Sekilas Kebijakan Soekarno Di Pucuk Pimpinan Hingga Jatuhnya Seoharto Dalam Kursi Presiden Republik Indonesia Oleh : Dian Utoro Aji, sej.             Terlepas dari siapa sebenarnya penulis, penulis dalam kesempatan ini berupaya untuk menyajikan tulisan mengenai kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Soekarno hingga Soeharto untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan yang mana terdapat sisi positifnya dan negatifnya. Dari hal-hal yang positif dan negatif sehingga dapat dijadikan sebuah pembelajaran sejarah untuk belajar menjadi orang bijaksana.             Ketika berakhirnya Republik Indonesia Serikat Soekarno melaksanakan sebuah demokrasi yang bernama demokrasi Parlementer. Di mana dalam demokrasi ini banyak kabinet-kabinet yang dibentuk oleh Soekarno mengalami pergantian yang sangat cepat. Sehingga dalam proses pembanguna...

Ketika Sejarah Dikendalikan Oleh Penguasa Orde Baru

Ketika Sejarah Dikendalikan Oleh Penguasa Orde Baru Dampak Pengendalian Sejarah Oleh Penguasa Era Orde Baru Terhadap Dunia Pendidikan Oleh : Dian Utoro Aji (3101412050)             Orde baru merupakan di mana runtuhnya Seokarno dan kemudian naiknya Soeharto sebagai pucuk pimpinan di Indonesia. Banyak hal yang dilakukan di masa Seoharto salah satunya adalah legitimasi kekuasaan terhadap sejarah khusunya buku pendidikan sejarah guna untuk memperkuat dirinya(Soeharto), sebagai sosok orang nomor satu di Indonesia. Legitimasi terhadap buku pelajaran sejarah menyangkut hal- hal yang kontroversial seperti Supersemar, Serangan Umum 1 maret 1949, Lahirnya Pancasila, dan seterusnya tetapi juga menyangkut sudut pandang perspektif sejarah.             Pada masa awal Orde Baru strategi pengendalian sejarah mencakup dua hal; pertama, mereduksi peran Soekarno dan kedua, membesar - be...